heavenlylombok@gmail.com
Hotline : (+62)81 803613750 | (+62)370 - 635950

Taman Narmada

Taman Narmada adalah taman air yang merupakan replika Gunung Rinjani dan danau Segara Anak. Taman ini termasuk salah satu tempat yang dikeramatkan oleh masyarakat Lombok, Taman yang dibangun oleh Raja Anak Agung Gde Ngurah Karang Asem pada tahun 1727 bertujuan agar dapat berziarah dan beribadah tanpa harus berjalan ke Puncak Gunung Rinjani.


Taman Narmada berada di sebelah timur Kota Mataram, tepatnya di Desa Narmada, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Letaknya tepat di seberang Pasar Narmada. 

Jarak Kota Mataram menuju Taman Narmada kurang lebih 11 km menuju arah timur. Apabila menggunakan kendaraan pribadi, maka perjalanan akan melewati rute: Mataram, Cakranegara, Sweta, Bertais dan akhirnya tiba di Narmada.

Taman ini luasnya kurang lebih dua hektare dan memiliki bagian, antara lain: Pura Narmada, Bale Terang, Bale Loji, Telaga Kembar, Telaga Padmawangi, Bale Bancingah, Bale Pamerajan dan beberapa bagian lainnya.

Tersohornya objek wisata Narmada, salah satunya karena keberadaan Bale Petirtan, di mana di dalamnya terdapat sebuah mata air yang merupakan pertemuan tiga sumber mata air: Suranadi, Lingsar dan Narmada sendiri. 

Bagi umat Hindu, air ini disakralkan sebagai tirta atau air suci. Pengunjung Narmada mempercayai air suci tersebut sebagai air awet muda.

Bagi pengunjung yang ingin bersembahyang (umat Hindu) di Bale Petirtan, akan dikenakan pembayaran Rp50 ribu sebagai ganti uang banten, yang akan disiapkan penjaga. Selanjutnya, dengan berselendang di pinggang, pengunjung akan dipersilahkan memasuki bale untuk menghaturkan bakti. 

Pada Bale Petirtan ini, air suci mengalir bening, yang bisa digunakan untuk membasuh muka atau bisa diminum langsung pengunjung usai bersembahyang. Apabila pengunjung tidak memiliki banyak waktu dan tidak sempat bersembahyang, bisa membeli air tersebut dengan harga Rp10 ribu per jerigen kecil. 

Taman Narmada dibangun oleh Raja Anak Agung Ngurah Karangasem pada tahun 1727 M. Dahulu kala, setiap tiba musim kemarau, sang raja memboyong keluarganya untuk menikmati pemandangan alam Narmada yang terlihat menawan dari Bale Terang.

Bale Terang berbentuk rumah panggung yang terdiri atas ruang bawah yang berfungsi sebagai gudang. Bagian atasnya terbagi atas tiga bagian, yakni dua bagian pada ujungnya (utara dan selatan) sebagai tempat tidur raja. Sementara, ruang tengahnya merupakan area terbuka sebagai tempat raja melihat pemandangan ke arah timur menuju arah meru.

Bukan hanya meru, dari Bale Terang pengunjung pun dapat dinikmati kolam berair bening dan di kejauhan terlihat pepohonan berbunga merah tua, yang menghembuskan aroma segar khas bunga-bunga hutan.

Keindahan panorama Taman Narmada, menjadikan objek wisata digunakan sebagai tempat upacara Pakelem yang biasa diselenggarakan setiap purnama kelima tahun Caka ini menjadi salah satu favorit tempat berlibur bagi wisatawan. Baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Selain Bale Terang, juga terdapat Bale Pawedayan yang berfungsi sebagai tempat membaca kitab Wedha dan Bale Loji, yakni bangunan rumah yang memiliki serambi terbuka, berfungsi sebagai tempat peristirahan raja dan permaisuri. 

Sementara, bangunan suci Pura Narmada juga tidak kurang mendapat perhatian dari pengunjung. Pura ini merupakan salah satu dari delapan pura tertua di Pulau Lombok. Tempat suci ini disebut-sebut sebagai miniatur Gunung Rinjani, yang dikitari tanaman menghijau yang mengesankan hutan belantara dan hamparan danau membentang. 

Mengunjungi Taman Narmada, menghadirkan ketenangan batin yang mendamaikan. Biaya masuk objek wisata ini sebesar Rp5 ribu. Begitu juga jika wisatawan ingin merasakan air dingin menyegarkan di kolam pemandian, akan diwajibkan membayar Rp5 ribu per orang. 


Dibaca : 948 kali


Galeri Foto